Minggu, 19 April 2009

IBM Kembangkan Teknoligi Ramah Lingkungan

JAKARTA -- Vendor komputer IBM menganggarkan semiliar dolar Amerika Serikat (AS) per tahunnya untuk berbagai teknologi yang meningkatkan efisiensi energi pada pusat data (data center) yang lebih ramah lingkungan lewat efisiensi konsumsi listrik.

Country System Sales Executive IBM, Fetra Syahbana, dalam jumpa pers IBM Project Big Green, di Taman Menteng, Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa sejak setahun program Big Green IBM secara global diluncurkan, maka pihaknya bekerjasama dengan ribuan lembaga bisnis, pemerintah dan pendidikan untuk membantu menurunkan biaya energi.

"Di tahap kedua Project Big Green, kami memperkenalkan teknologi dan layanan hijau terkini untuk membantu pelanggan menjadi lebih efisien dalam mengkonsumsi energi, bukan hanya di pusat data saja, tetapi juga di seluruh operasional mereka," kata Fetra.

Pusat data menjadi obyek utama program hijau IBM karena pusat data memiliki server komputer dan perlengkapan yang mengkonsumsi lebih banyak energi seiring permintaan daya komputasi di seluruh dunia.

IBM sendiri mengklaim telah melayani 2.000 pelanggan di seluruh dunia untuk perangkat keras, perangkat lunak dan layanan yang membantu pelanggannya mengurangi konsumsi energi di pusat data dan menghemat biaya energi hingga 40 persen.

Pada kesempatan yang sama, IBM memperkenalkan rangkaian produk IBM Modular Data Center, pusat data yang mengambil desain moduler dan hemat energi hingga 50 persen, antara lain Enterprise Modular Data Center, Portable Modular Data Center, dan High Density Zone.

Enterprise Modular Data Center adalah pusat data untuk enterprise yang dikemas sedemikian padat sehingga hanya memiliki ukuran 460 meter persegi sampai 1800 meter persegi.

Dengan mengadopsi pusat data ini, diharapkan perusahaan akan dapat mempercepat waktu persiapan data center mereka, sekitar 3-6 bulan daripada persiapan data center biasa.

Dengan pendekatan ini, menurut IBM, perusahaan bisa menangguhkan 40 persen biaya modal dan 50 persen biaya operasional, hingga perusahaan tersebut benar-benar memerlukan kapasitas yang lebih besar.

Ilmuwan IBM sendiri telah mengembangkan cara untuk mendinginkan chip komputer yang memliki sirkuit dan komponen yang dipasang secara tumpah tindih dan dialiri air, menjadi sebuah sistem pendingin yang mengurangi konsumsi energi pusat data secara signifikan.

IBM juga meluncurkan beberapa produk dan layanan baru yang ramah lingkungan, diantaranya IBM Server Optimization and Intergration Services yang dapat membantu mengurangi biaya energi hingga 30 persen dan mengurnagi biaya kepemilikan total hingga 50 persen.

Menurut Fetra, teknologi data center hijau mereka juga dilengkapi dengan sistem pendinginan air untuk sistem clock-speed data center IBM yang mencapai 3 GHz yang mampu mengurangi risiko down-time.

Untuk produk dan layanan hijau, IBM mengklaim telah memiliki 10 pelanggan atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu, dan salah satu pelanggannya yaitu PT Kalbe Farma.

Direktur Deputi TI PT Kalbe Farma, Ciendramawan mengatakan pihanya berhasil mengurangi investasi teknologi informasinya hingga 50 persen setelah menata ulang sistem pusat datanya.

Ciedrawan menjelaskan pada awalnya PT Kalbe memiliki 13 data center dengan lima diantaranya berukuran besar, kemudian menata ulang menjadi hanya satu pusat data saja.

Dia mengatakan dengan menjadikan satu pusat data, Kalbe menghemat minimal 35 persen, atau sekitar 1.000 - 1.200 dolar AS per meternya. - ant/ah

Tidak ada komentar: